Mulai dari dokumentasi API resmi
Developer perlu memahami endpoint, metode HTTP, parameter, format respons, autentikasi, batas frekuensi, dan kode error sebelum membuat integrasi. Jangan mengasumsikan semua penyedia memakai istilah status atau struktur JSON yang sama. Catat versi dokumentasi dan siapkan lapisan pemetaan agar aplikasi internal tidak bergantung langsung pada format eksternal.
Simpan API key pada backend melalui environment variable atau secret manager. Frontend sebaiknya memanggil server milik aplikasi sendiri, kemudian server melakukan autentikasi ke penyedia. Jangan menanam kredensial di HTML, file JavaScript publik, repository, tangkapan layar, atau log yang bisa dibaca pengguna.
Tangani order dan webhook secara idempoten
Permintaan yang timeout tidak selalu berarti pesanan gagal dibuat. Sebelum mengirim permintaan baru, periksa status transaksi berdasarkan reference atau idempotency key apabila penyedia mendukungnya. Dengan cara ini, pengiriman ulang tidak membuat order atau potongan saldo ganda.
Webhook perlu diverifikasi menggunakan tanda tangan atau token sesuai dokumentasi. Simpan event ID dan cegah event yang sama memproses saldo lebih dari sekali. Terapkan timeout, validasi input, batas permintaan, serta penanganan error yang tidak membocorkan kredensial.
Pisahkan metrik pembayaran dan layanan
Catat waktu permintaan, ID pesanan, status awal, status akhir, durasi respons, dan hasil proses. Jangan mencatat OTP, password, token sesi, atau data pribadi yang tidak diperlukan. Pantau timeout, event duplikat, transaksi pending, dan selisih antara status pembayaran dengan status layanan.
Siapkan prosedur ketika pemasok tidak tersedia, misalnya menonaktifkan produk bermasalah dan menampilkan informasi yang jelas. Uji alur pembatalan, timeout, webhook berulang, serta refund pada lingkungan uji sebelum membuka integrasi untuk pengguna.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apakah API key boleh dipakai langsung di browser?
Tidak. Gunakan backend agar kredensial tidak terlihat oleh pengguna.
Mengapa perlu idempotency?
Idempotency membantu mencegah pesanan atau perubahan saldo ganda ketika permintaan dikirim ulang.
Artikel ini bersifat edukatif. Selalu periksa harga, ketersediaan, aturan aplikasi tujuan, dan kebijakan layanan yang berlaku sebelum transaksi. Tidak ada jaminan bahwa setiap nomor akan diterima oleh setiap aplikasi.